Kamis, 22 September 2011

partisipasi politik

PARTISIPASI POLITIK
WARGA NEGARA EKONOMI LEMAH

1.  Partisipasi politik adalah tindakan warga negara yang aktif pada keterlibatan kegiatan politik yang bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah.
2.  Partisipasi dalam kegiatan politik dapat berbentuk antara lain:
  1. Kegiatan pemilihan mencakup suara
  2. Lobbying, yaitu perorangan atau kelompok menghubungi pejabat pemerintah dengan maksud mempengaruhi keputusan
  3. Mencari koneksi (contacting)
  4. Kegiatan organisasi menyangkut partisipasi sebagai anggota/pejabat dalam suatu organisasi yang tujuannya mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah.
  5. Tindak kekerasan
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik ialah:
a.       Posisi social kearah pusat atu pinggiran masyarakat
b.      Status social
c.       Pendapatan
d.      Pendidikan
e.       Jabatan
f.       Urban-Rural
g.      Keanggotaan dan aktivitas dalam kelompok
h.      Identifikasi komunitas
i.        Partisipasi politik tumbuh secara gradual bersama usia
j.        Laki-laki lebih mungkin berpartisipasi disbanding wanita
k.      Agama
l.        Minoritas-minoritas Ethnic dan ras
4.      Warga negara ekonomi lemah (kaum miskin) biasanya tidak begitu berpartisipasi didalam politik oleh karena partisipasi sering dianggap kurang relevan dengan urusan mereka yang pokok atau ada gunanya.
5.      Bagi warga negara ekonomi lemah masalah-masalah yang paling mendesak adalah pekerjaan, pangan dan bantuan-bantuan medis.
6.      Beberapa hal yang menyebabkan adanya perasaan efektifitas yang rendah terhadap partisipasi politik:
a.       Warga negara ekonomi lemah tidak mempunyai sumber-sumber daya untuk berpartisipasi secara efektif-enformatif yang memadai, kontak-kontak yang tepat, uang dan sering kali waktu.
b.      Warga negara ekonomi lemah sering terbagi-bagi menurut ras, suku bangsa, agama atau bahasa dimana garis-garis pemisah yang tidak jelas.
c.       Warga negara ekonomi lemah cenderung untuk beranggapan bahwa permohonan-permohonan atau tekanan dari pihak mereka apakah secara perorangan atau kolektif, akan dianggap sepi atau tidak oleh pihak berwajib dan anggapan itu seringkali benar.
d.      Rentangan-rentangan partisipasi politik warga negara ekonomi lemah dapat berwujud bentuk-bentuk yang agak berbeda antara daerah pedesaan dan kota.
e.       Partisipasi warga negara ekonomi lemah juga diperngaruhi oleh keterbukaan sikap golongan-golongan politik yang sudah mapan.
f.       Beberapa saluran-saluran penting untuk mengantarkan warga negara ekonomi lemah di pedesaan dan di kota kedalam gelanggang politik nasional antara lain:
1)      Mengadakan kontak khusus
2)      Partisipasi yang dimobilisasikan
3)      Golongan kecil dengan kepentingan kasus
4)      Partai atau gerakan yang menembus batas-batas kelas
5)      Orientasi kelas bawah secara besar-besaran

Menurut pendapat saya, dalam skripsi berjudul Partisipasi Politik Warga Ekonomi Lemah ini menggunakan pendekatan pascaperilaku.  Karena pendekatan perilaku merupakan orientasi bertintak dengan mengajukan pokok-pokok pikiran antara lain:
1.      Relevansi pada problem-problem yang dihadapi masyarakat lebih penting daripada kecermatan.  Dalam hal ini, pemerintah ataupun antar warga negara termasuk warga negara ekonomi lemah (miskin) tidak boleh saling melecehkan dan berupaya mencegah jangan sampai ada orang yang hak serta kewajibannya mengalami pelanggaran.
2.      Memberikan peluang bagi perubahan.
Warga negara ekonomi lemah biasanya kurang tertarik terhadap masalah politik disebakan oleh beberapa faktor, yaitu:
a.       Kurangnya informasi
b.      Kurang kemampuan secara financial
c.       Pengetahuan (SDM) dan waktu yang dibutuhkan
d.      Perasaan psimistis dan minder
e.       Faktor-faktor luar seperti lingkungan yang kurang memungkinkan
Sehingga usaha-usaha untuk mengantarkan warga negara ekonomi lemah berpartisipasi dalam gelanggang politik nasional sebagai bentuk peluang bagi perubahan, yaitu:
§  Mengadakan kontak khusus untuk menjamin adanya relevansi dan efektifitas dengan jalan memusatkan perhatian kepada tujuan-tujuan tertentu.  Misal saja terjadinya KKN untuk memperoleh pekerjaan dengan mengadakan pendekatan kepada pejabat yang berwenang.
§  Partisipasi yang dimobilisasikan
Dalam partisipasi yang dimobilisasikan ini, biasanya tuntutan-tuntutan warga negara ekonomi lemah untuk mempengaruhi  kebijakan-kebijakan akan lebih diperhatikan dan dipertimbangkan daripada secara otonom. 
§  Perhimpunan-perhimpunan khusus berukuran kecil
Organisasi ini lebih berkaitan dengan masalah-masalah bersama untuk kesejahteraan mereka.
§  Partisipasi silang kelas
Merupakan usaha-usaha dalam rangka mempengaruhi kebijakan pemerintah yang dilakukan oleh golongan yang cukup mapan politik dengan cara memobilisasikan golongan yang belum mapan dalam hal politik.
§  Organisasi besar yang berorientasi kepada kelas-kelas bawahan
Partai tertentu mencoba menarik simpati warga ekonomi lemah sebagai isu politik yang selalu memperjuangkan golongan ekonomi lemah.
3.      Ilmu tidak bisa netral dalam evaluasinya
Dalam hal ini, ilmu sebagai tolok ukur untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang benar tanpa menghilangkan nilai-nilai.  Ilmu juga digunakan sebagai pedoman warga negara miskin meskipun pengatahuan mereka yang sangat terbatas.
4.      Para cendekiawan mempunyai tugas historis dan unik untuk melibatkan diri dalam usaha mengatasi masalah-masalah ekonomi dan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan,  Pemerintah harus bersikap adil tanpa membedakan status warga negara, termasuk warga negara ekonomi lemah..
5.      Sarjana harus action oriented
Sarjana yang merupakan generasi penerus bangsa harus mampu bertanggung jawab untuk bertindak dan secara aktif mengubah bentuk masyarakat menjadi yang lebih baik.
6.      Para cendekiawan tidak boleh menghindari perjuangan dan harus ikut serta mempolitisasi organisai-organisasi profesi dan lembaga-lembaga ilmiah. 
Organisasi-organisasi yang lebih besar kemungkinan memperngaruhi kebijakan politik dengan memfokuskan perhatian mereka kepada masalah-masalah rakyat berpenghasilan rendah.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam partisipasi politik warga ekonomi lemah merupakan reaksi terhadap pendekatan perilaku yang kurang fungsional.  Karena pandangan tentang warga negara ekonomi lemah sebagai suatu sistem politik yang menjadi salah bagian dari sistem sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar